Trip ini bukan trip yang direncanakan sebelumnya dengan matang. Sehingga persiapan peralatan dan perlengkapan mancing sangat minim. Semua terjadi tergesa-gesa atau dadakan. Ada telepon masuk ke handphone Putra, dan mengajak mancing. Telepon malam hari, esoknya jalan. Perjalanan mancing ini terjadi pada tanggal 3 September yang lalu.

3 September 2017

Paulus Tino sedang ingin mancing dan ingin menikmati suasana laut dengan kedua anaknya, yakni  Michael Kevin dan Antony Joshua. Ikut saat itu Edy Chan mitra bengkel pancing. Karena trip dadakan, kapal yang tersedia juga kapal nelayan dengan mesin domfeng, berangkat dari Pelabuhan Paku Anyer , Banten.Berangkat dari Pelabuhan Paku Anyer, pukul 5.00 WIB pagi, saat itu kondisi cuaca sangat mendukung. Dikatakan sangat mendukung, langit cerah dan sedikit berawan, serta arus dan ombak tidak kencang, sehingga sangat pas untuk mancing.

Perjalanan ke titik spot pertama, kurang lebih membutuhkan waktu ½ jam dari Dermaga Pelabuhan Paku Anyer Banten. Pada trip kali ini, semua fokus pada satu tehnik saja, yakni tehnik jigging. Tak lama setelah tiba di lokasi, semua pemancing menurunkan jig. Perkiraan kedalaman antara 60-70 meter. Belum lama menurunkan jig,arus mulai terlihat kencang. Metal jig yang digunakan ukuran kecil, sehingga melayang dan mengambang.Akhirnya diputuskan menuju spot kedua. Disini Putra Sangiang mendapat Giant Trevally (GT) ukuran 12 kg lebih. Uniknya itu merupakan strike pertama hari itu, dan langsung dapat yang besar.Tak lama kemudian pemancing lain ikut dapat ikan GT, hanya ukuran diperkirakan 7 kg, yakni Anthony Joshua. Dan dicampur dengan ikan seukuran kepalan tangan orang dewasa.Lama sekali bercokol di spot kedua, karena banyak ikan yang didapat. Bertubi-tubi datang hentakan, namun yang buat perjalanan kala itu mendongkrak rasa penasaran. Sering disambar, tapi sering juga mocel. Pukul 15.12 arus dan angin dari selatan datang, laut mulai sedikit berombak. Karena semakin keras, akhirnya perahu diarahkan menuju kembali ke spot pertama. Namun ternyata arus dan angin di spot pertama justru sangat kencang dan mulai membesar, akhirnya semua mengurungan niat untuk kembali mancing dan mengakhiri perjalanan tersebut. Ternyata sambaran-demi sambaran yang terjadi pada kedua spot Pulau Sangiang itu, membuat keluarga Paulus penasaran.Akhirnya dibuat kembali rencana trip pada tanggal 9 september.

9 September 2017

Seperti biasa tim berangkat lagi pada hari minggu selanjutnya yakni 9 September 2017. Kali ini peserta terdiri dari Paulus tino, Michael Kevin, Anthony Joshua, dan membawa 2 sepupu. Pukul 05.10 WIB langsung semua berangkat dari Pelabuhan Paku Anyer Banten. Seperti perjalanan sebelumnya tidak ada kendala, sehingga hanya memakai waktu 30 menit saja sampai di spot pertama. Awalnya Putra agak sangsi dengan keadaan arus yang sangat deras, kemungkinan besar tidak bisa menurunkan jig, hal ini bisa dilihat langsung bagaimana arus di permukaan air sangat kencang. Semua coba menurunkan metal jig, tak terkecuali Putra, namun ia menurunkan jig ukuran 250 gr, lebih besar dari yang lain karena menurutnya menyesuaikan arus yang deras. Akhirnya yang strike pertama adalah Putra

Ikan sangat luar biasa liar dan buas, hal ini dilihat lengkungan joran membuat para pemancing yang melihat takut patah, joran yang dipegang putra. Dan nyatanya bukan joran yang patah, justru Poly Ethylene (PE) ukuran 4 yang putus. Agak menjadi shock teraphy bagi para pemancing di atas kapal, karena kejadian itu benar-benar mengejutkan. Semua yakin benar, ikan pasti bias keangkat, tapi nyatanya tidak.

Kejadian ini membuat semangat pemancing lain, maka tak lama kemudian Joshua berhasil naikkan ikan GT ukuran 5 kg, begitu juga Paulus dan Kevin, bahkan kedua sepepu keluarga Paulus juga berhasil menaikkan ikan, hanya Putra saja yang belum.

Pukul 8.30 arus sudah mulai kendor, dan para pemancing tidak menurunkan semangatnya. Hingga saat itu putra masih mencetak nol besar, bahkan bukannya dapat ikan, malah nyangkut di karang.

Rasanya hari itu begitu sial dirasa putra. Dan berpikir Joshua sangat bagus peruntungannya pada hari minggu itu. Karena dia juga berhasil menaikkan ikan tenggiri ukuran 4 kg kurang lebih. Namun Putra tidak mau kalah semangat, akhirnya dari upaya dan pantang menyerah mengocok metal jig, akhirnya disambar juga dengan seekor baby marlin ukuran 14 kg.

Hari minggu itu semua pemancing diatas kapal terasa puas, karena kebagian narik.Hanya saja beberapa kejadian menunjukkan kalautim saat itu masih kurang dalam persiapan perjalanan, sehingga tidak semua monsterSangiang berhasil dinaikkan, akibat perangkat yang kurang memadai. Kedepannya mungkin perlu persiapan dan perencanaan yang matang.DIceritakan oleh Putra Sangiang, ditulis oleh FORTUNA****

invisible hit counter